Nurul Hikmah (@nurulhikmahhamzah)
#Repost dari @polri_cintasunnah oleh @swiftsave_app
•••
ZAMAN NOW cadar merupaka
#Repost dari @polri_cintasunnah oleh @swiftsave_app ••• ZAMAN NOW cadar merupakan pakaian yang sudah lumrah dikenakan dan dianggap tidak terlalu ‘ekstrimis’ atau ‘agamis’ lagi _ Bahkan sekarang medsos banjir foto perempuan bercadar dg berbagai gaya.. (innalillahi) Apalagi dg adanya ‘kapitalisasi cadar’ yg bernama endorse, Yang paling menyedihkan adalah banyaknya foto perempuan bercadar sambil selfie & captionnya dakwah... (naudzubillahimindzalik) _ Dear ukhteeeeee yang “katanya” saliha, Cadar bukanlah mainan Cadar bukanlah trend fashion Cadar adalah konsekuensi atas keimanan kita Cadar itu punya nilai ‘sakral’ _ Kalaulah Fatimah Radhiyallahu'anhu tau kelakuan muslimah ZAMAN NOW, pasti beliau tersayat-sayat saking sedihnya....!!!!!! Tak perlulah kau upload foto bercadarmu dimedia sosial...!!!!!! Tak perlulah kau tunjukkan kepada publik bahwa “Ini lho aku sudah bercadar” _ Dear ukhteeeeee bercadar berarti siap dg segala konsekuensinya Bercadar berarti siap tersembunyi dari segala bentuk pengeksposan diri Cadar itu pakaian mulia, pakaian yg pernah dikenakan Fatimah Radhiyallahu'anhu. _ JANGAN kau perolok-olok identitas agamamu sendiri dg bangga meng-upload foto bercadarmu dg berbagai gaya !!!! _ Tak peduli kamu adalah selebgram/selebritis/anak hits medsos Tapi jika kamu upload foto-foto bercadarmu, lantas dimana rasa malumu???? Begitukah muslimah⁉️ Apakah Fatimah Radhiyallahu'anhu mencontohkan hal tsb??? “Ini kan untuk syi'ar, untuk dakwah. Apa salahnya sih upload foto bercadar?” _ Dear ukhti, syi'ar adalah dakwah itu banyak sekali caranya, Tidak harus dg upload foto bercadar. Apalagi sekarang banyak sekali penipuan identitas dimedsos. Apakah kau mau fotomu diambil dan disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab? . Banyak penipu yg menggunakan foto profil wanita berhijab/bahkan bercadar, demi meyakinkan korban Bukan hanya untuk menjaga diri dari penipuan identitas, tapi juga untuk menjaga hati ikhwan shalih.. _ Hati ikhwan (shalih) mudah berdesir kalo melihat akhwat bercadar.. Tolong jaga muruahmu‼️ Jaga izzahmu, Jaga iffahmu dan jaga identitas agamamu.. _ Yang mahal itu yg tersembunyi Yang mahal itu tidak bersepahan dimedia sosial...!!
18.06.2019 12:11:45
#Repost dari @akhwat_ghuroba23 oleh @swiftsave_app
•••
📝 Puasa Sunnah Ayyamul Bi
#Repost dari @akhwat_ghuroba23 oleh @swiftsave_app ••• 📝 Puasa Sunnah Ayyamul Bidh Disunnahkan puasa 3 hari setiap bulannya, yaitu pada tanggal 13, 14 dan 15 bulan Hijriyyah. Namanya adalah Puasa Ayyamul Bidh karena bulan berwarna putih ketika purnama. Niatnya? Cukup di dalam hati ingin puasa ayyamul bidh. Keutamaannya banyak, di antaranya sebagai [1] bekal akhirat, [2] seperti puasa sebulan (jika dikerjakan rutin setiap bulan, seperti puasa setahun), [3] lalu baik untuk kesehatan. Dalilnya sbb: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berwasiat kepada 3 orang Sahabat Beliau supaya puasa 3 hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda' dan Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhum. [HR. Bukhari, Muslim, dll] . Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ . “Puasa pada 3 hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979) Dia juga berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku: صُمْ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ، فَإِنَّ الْحَسَنَةَ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا, وذَلِكَ مِثْلُ صِيَامِ الدَّهْرِ. . ‘Puasalah 3 hari dari tiap bulan. Sesungguhnya amal kebaikan itu ganjarannya 10 kali lipat, sehingga ia seperti puasa sepanjang masa.’” (HR. Bukhari no. 1976) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda tentang pelaksanaannya kepada Sahabat Abu Dzar. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya, يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . “Wahai Abu Dzar, jika engkau ingin berpuasa 3 hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425. Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan) Puasa Ayyamul Bidh pada bulan Syawal 1440 H (13, 14 dan 15 Syawal 1440) bertepatan dengan hari 1. Senin (17 Juni 2019) 2. Selasa (18 Juni 2019) 3. Rabu (19 Juni 2019) . Silakan dishare dan semoga bermanfaat #sunnahnabi#puasasunnah#ayyamulbidh#puasaayyamulbidh#ayyamulbidhsyawal1440
16.06.2019 23:16:58
Advertisement
#Repost dari @abu_khalifa13 oleh @swiftsave_app
•••
#Repost @hanahan.id
• • • •
#Repost dari @abu_khalifa13 oleh @swiftsave_app ••• #Repost@hanahan.id • • • • • MEROKOK ITU HARAM KAWAN . Allah Ta’ala berfirman, . “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan“. (QS. Al Baqarah: 195) . Karena merokok dapat menjerumuskan dalam kebinasaan, yaitu merusak seluruh sistem tubuh (menimbulkan penyakit kanker, penyakit pernafasan, penyakit jantung, penyakit pencernaan, berefek buruk bagi janin, dan merusak sistem reproduksi), dari alasan ini sangat jelas rokok terlarang atau haram. . Rasul ? bersabda, . “Tidak boleh memulai memberi dampak buruk (mudhorot) pada orang lain, begitu pula membalasnya.” (HR. Ibnu Majah no. 2340, Ad Daruquthni 3/77, Al Baihaqi 6/69, Al Hakim 2/66. Kata Syaikh Al Albani hadits ini shahih) . Dalam hadits ini dengan jelas terlarang memberi mudhorot pada orang lain dan rokok termasuk dalam larangan ini. . Perlu diketahui bahwa merokok pernah dilarang oleh Khalifah Utsmani pada abad ke-12 Hijriyah dan orang yang merokok dikenakan sanksi, serta rokok yang beredar disita pemerintah, lalu dimusnahkan. Para ulama mengharamkan merokok berdasarkan kesepakatan para dokter di masa itu yang menyatakan bahwa rokok sangat berbahaya terhadap kesehatan tubuh. Ia dapat merusak jantung, penyebab batuk kronis, mempersempit aliran darah yang menyebabkan tidak lancarnya darah dan berakhir dengan kematian mendadak . . #rokokharam#dosabesar#forumsalafy
13.06.2019 04:57:26
KEMATIAN; bisa datang kapan saja, kan..
Masing-masing kita tinggal menunggu gili
KEMATIAN; bisa datang kapan saja, kan.. Masing-masing kita tinggal menunggu giliran.. Semoga kita menghadapi kematian dalam keadaan sedang istiqomah.. Hanya Allah yang memberi hidayah dan taufik..
13.06.2019 04:36:13
#Repost dari @muhammadbasofi16
•••
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulil
#Repost dari @muhammadbasofi16 ••• Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, wa ba’du, Dajjal adalah sesuatu yang konkrit, berujud, dan bukan abstrak. Karena itu, Dajjal bukan sistem, bukan gambaran hegemoni orang kafir terhadap umat manusia. Tapi betul-betul berujud, dengan ciri tertentu. Kemudian aqidah para sahabat dan kaum muslimin, bahwa Dajjal termasuk bani Adam. Dia memiliki ciri sebagaimana manusia. Bukan jin, bukan pula makhluk dari golongan khusus lainnya. Di antara dalil tegas yang menunjukkan hal ini adalah hadis riwayat Muslim dalam Shahih-nya, menyebutkan tentang kisah Tamim ad-Dari yang bertemu Dajjal saat dia terdampar di sebuah pulau. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membenarkan laporan Tamim ad-Dari tentang pertemuannya dengan Dajjal di pulau tersebut. Dalam cuplikan itu, Tamim mengatakan, “Kemudian kami berjalan cepat, sampai kami memasuki bangunan tempat ibadah itu. Ternyata di sana ada manusia dengan ukuran paling besar yang pernah kulihat…” (HR. Muslim no. 2942). Disamping itu, disebutkan dalam banyak dalil yang lain yang menyebutkan tentang ciri fisik Dajjal, diantaranya: “Sesungguhnya Dajjal adalah orang yang agak pendek, jalannya tidak normal, rambut ikal, buta sebelah, matanya terhapus, tidak timbul dan tidak masuk ke dalam.” (HR. Ahamd 22764, Abu Daud 4320, dan dishahihkan al-Albani). Dari Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah diutus seorang nabi, kecuali dia ingatkan kaumnya tentang si buta sebelah, sang pendusta. Ketahuilah Dajjal itu buta sebelah dan Tuhan kalian tidak buta sebelah. Dan di antara dua matanya tertulis: Kafir.” (HR. Bukhari 7131) Dan beberapa hadis lainnya. Yang semua ini menunjukkan bahwa Dajjal adalah sosok yang konkrit, bukan abstrak, bukan sistem, bukan hegemoni. Karena Dajjal memiliki ciri fisik sebagaimana layaknya manusia. Untuk lebih jelasnya tentang kesalahan kelompok yang mentakwil dajjal dengan hal-hal yang abstrak atau perumpamaan-perumpamaan silahkan lihat buku syaikh Albani: 1. Silsilah Alahadits Shohihah juz 3 hal 191 2. Ashlu Shifati Sholati Nabi juz 3 hal 1004 . Allahu a'lam. #manhajsalaf#salafy#infokajian#jenggot#ustadzsalafy
12.06.2019 13:47:41
#Repost dari @antibidahclub

Masjid Dengan Mihrob Segitiga.
.
Dalil itu ada yang
#Repost dari @antibidahclub Masjid Dengan Mihrob Segitiga. . Dalil itu ada yang tipikal wadhih (jelas) dan ada yang ghoiru wadhih (kurang jelas). Itu juga masih diperinci dan dibagi-bagi lagi. Yang wadhih dibagi mana yang kategori Muhakkam, mana yang Mufassar, yang Nash, dan yang Dhohir. Yang ghoiru wadhih dibagi mana yang Khofi, mana yang Musykil, mana yang Mujmal, dan mana yang Mutasyabih. Demikianlah pembahasan Ushul fiqh dalam melihat suatu dalil. Dalam artian ini dalilnya sudah benar-benar ada. Hanya saja diperselisihkan untuk yang Wadhih (jelas). Apakah ini mengandung takwil, ataukah memang demikian maksud dan tujuan dari susunan kata dalam dalil itu tapi boleh difahami lain, ataukah tidak bisa ditakwil karena memang sudah dijelaskan sendiri dalam dalil itu sehingga tidak bisa difahami lain, dan apakah dinasakh (dibatalkan) atau tidak. Adapun untuk yang Ghoiru Wadhih diperselisihkan apakah ketidakjelasannya itu bisa dihilangkan dengan penelitian dan ijtihad. Ataukah dikembalikan kepada keumuman syariat. Ataukah memang samar dan kita tidak memiliki kemampuan menghilangkannya kecuali cukup dengan mengimaninya saja. *Nah sekarang mengenai* segitiga simbol Dajjal itu dalilnya dari Al Qur'an dan As Sunnah itu yang mana? Fokus ke kata kata "SEGITIGA" nya ya. Baik dalil yang wadhih (jelas) ataupun ghoiru wadhih (tidak jelas) mengenai Dajjal, tidak ada kata-kata segitiga sama sekali. Segitiga, elips, ataupun lingkaran merupakan bentuk geometri yang umum, bahkan dipelajari pada pelajaran matematika. Sementara dalam ilmu arsitektur, bentuk- bentuk geometri dapat digunakan untuk menggali kreativitas dalam berarsitektur. Lha ini kok tiba-tiba bisa mengharamkan sholat di Masjid yang ada mihrob segitiganya, dan dianggap batal sholatnya? Jangan-jangan nanti ada juga pemahaman, jika disholati orang yang buta sebelah matanya itu tidak sah. Padahal hadits mengenai 'buta mata sebelah' mengenai Dajjal itu jelas lebih kuat keberadaannya, dibandingkan masalah "SEGITIGA" yang tidak diketahui antah berantah keberadaan dalilnya. Anda hanya otak atik gathuk ya? Cok galicok digali-gali cocok. Mending anda ngisi TTS atau main Sudoku saja. Copas ✍🏽 Abu Maryam. #waspadaustadzdukun
12.06.2019 07:51:41
Advertisement
10.06.2019 13:09:04
04.06.2019 12:56:37
01.06.2019 14:22:04
#Repost dari @fikihmuslimah_ oleh @swiftsave_app
•••
Wanita Boleh Shalat Tanpa M
#Repost dari @fikihmuslimah_ oleh @swiftsave_app ••• Wanita Boleh Shalat Tanpa Memakai Mukena? . Menutup Aurat adalah Syarat Sah Shalat Kemudian, termasuk syarat sah shalat bagi wanita adalah menutup seluruh auratnya. Tak terkecuali menutup kepalanya. . Terdapat sebuah hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah tidak menerima shalat wanita yang telah baligh, kecuali dengan memakai jilbab.” . (HR. Ahmad) . Ukhti, semestinya perlu kita bedakan antara memakai mukena dengan menutup aurat. Seorang wanita bisa menutup aurat dengan model pakaian apapun, meskipun wujudnya bukan berupa mukena. . Misalnya dengan memakai jilbab besar, dengan bawahan jubah atau memakai pakaian semisalnya yang menutup semua aurat, dari ujung rambut hingga kaki, selain wajah dan telapak tangan. . kesimpulan: Dari keterangan tersebut, boleh kok shalat tidak pakai mukena, dengan syarat memakai pakaian syar'i. . seperti gamis longgar, jubah, khimar yang lebar, dengan bahan tebal, tidak menerawang dan menjulur hingga menutupi kaki. Meski sudah memakai kaos kaki, tetap harus tertutup yaa ukhti... . . . #mukena#gamisakhwat#jubahkhwat#gamissyari#aurat#dakwahsunnah via asselarie #fiqihmuslimah#fiqihwanita_
20.05.2019 14:42:37
Advertisement
#Repost dari @hadits_sunnah_rasul oleh @swiftsave_app
•••
1. Tabarruj, di Al Qur
#Repost dari @hadits_sunnah_rasul oleh @swiftsave_app ••• 1. Tabarruj, di Al Quran surat al Ahzab ayat 33 disebutkan, “Hendaklah kalian (para wanita) tetap di rumah kalian dan janganlah kalian bertabarruj dan seperti tabarruj orang-orang Jahiliyah yang dahulu”. Syaikh Ábdur Rahmas as Sa’di menafsirkan ayat tersebut dengan berkata, “Janganlah kalian (wahai para wanita) sering keluar rumah dengan berhias atau memakai wewangian, sebagaimana kebiasaan wanita-wanita jahiliyah yang dahulu, mereka tidak memiliki pengetahuan (agama) dan iman. Semua ini dalam rangka mencegah keburukan (bagi kaum wanita) dan sebab-sebabnya” 2. Ikhtilath, Allah Taala berfirman : وَإِذَا سَأَلْتُمُوهُنَّ مَتَاعًا فَاسْأَلُوهُنَّ مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ ذَلِكُمْ أَطْهَرُ لِقُلُوبِكُمْ وَقُلُوبِهِنَّ (سورة الأحزاب: 53) “Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang tabir. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka.” (QS. Al-Ahzab: 53) Ibnu Katsir rahimahullah dalam tafsir tentang ayat ini berkata, “Yaitu, sebagaimana aku larang kalian memasuki tempat kaum perempuan, demikian pula janganlah kalian melihatnya secara keseluruhan. Jika diantara kalian memiliki keperluan yang ingin diambil dari mereka, maka jangan lihat mereka dan jangan tanya keperluan mereka kecuali dari balik tabir. 3. Tatap Mata, Allah Ta’ala berfirman: وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ “Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya” (QS. An Nuur: 31) 4. Tentang Suara, Allah subhaanahu wa ta’ala berfirman, فَلَا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلًا مَعْرُوفًا “Maka janganlah kamu (para wanita) melembutkan suara dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik.” [Al-Ahzab: 32] 5. Jabat Tangan, Sesungguhnya andai kepala seseorang kalian ditusuk dengan jarum yang terbuat dari besi itu lebih baik baginya daripada menyentuh wanita yang tidak halal baginya(HR. AT Tabrani) . Semoga bermanfaat
20.05.2019 14:38:55
#Repost dari @thesunnah_path oleh @swiftsave_app
•••
.
.
.
•••
[TIDAK ADA HADIST
#Repost dari @thesunnah_path oleh @swiftsave_app ••• . . . ••• [TIDAK ADA HADIST DARI RASUL BERBUKA ITU DENGAN YANG MANIS MANIS YANG ADA IKLAN SIRUP] . Entah sejak kapan mulai populer ungkapan “Berbukalah dengan yang manis“. Ada yang mengatakan sejak sebuah iklan produk minuman menggunakan tagline tersebut di bulan Ramadhan. Sampai-sampai sebagian (atau banyak) orang menganggap ungkapan ini sebagai hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam!?! . Yang jelas, tidak ada hadits yang berbunyi “Berbukalah dengan yang manis” atau semisalnya, atau yang mendekati makna itu. Baik dalam kitab hadits maupun kitab fiqih. Tidak ada sama sekali. Namun sayang sekali ungkapan ini disebar-sebarkan sebagai hadits oleh sebagian da’i dan juga public figure semisal para selebritis yang minim ilmu agama. Dan ini merupakan kesalahan yang sangat fatal. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam من حدَّثَ عنِّي بحديثٍ وَهوَ يرى أنَّهُ كذِبٌ فَهوَ أحدُ الْكاذبينِ “barangsiapa yang menyampaikan hadits dariku suatu hadits yang ia sangka bahwa itu dusta, maka ia salah satu dari dua pendusta” (HR. Muslim dalam Muqaddimah-nya) . Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda: كَفَى بِالمَرْءِ إِثْمًا أنْ يُحَدِّثَ بكلِّ ما سمعَ “cukuplah seseorang dikatakan pendusta ketika ia menyampaikan setiap apa yang ia dengar” (HR. Abu Daud 4992, dishahihkan Al Albani dalam Silsilah Ash Shahihah, 2025) Mengenai apa yang dimakan ketika berbuka sendiri sudah ada tuntunannya, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُفْطِرُ عَلَى رُطَبَاتٍ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّىَ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَعَلَى تَمَرَاتٍ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ “biasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam berbuka puasa dengan ruthab sebelum shalat (Maghrib). Jika tidak ada ruthab (kurma muda) maka dengan tamr (kurma matang), jika tidak ada tamr maka beliau meneguk beberapa teguk air” (HR. Abu Daud 2356, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Daud) . . 📚Sumber: https://muslimah.or.id/6195-hadits-berbukalah-dengan-yang-manis.html .
10.05.2019 02:37:52
1. Baca Bismillah sebelum membatalkan puasa (saat azan Maghrib)
2. Makan kurma k
1. Baca Bismillah sebelum membatalkan puasa (saat azan Maghrib) 2. Makan kurma kalau ada, kalau enggak ada air putih 3. Baca doa berbuka puasa yang shahih
07.05.2019 06:14:41
Loh, kok beda dengan doa buka puasa yang biasa diajarkan sejak kecil?
Patokannya
Loh, kok beda dengan doa buka puasa yang biasa diajarkan sejak kecil? Patokannya dalil shahih ya.. Alhamdulillah Allah kasih hidayah ilmu sehingga sekarang sudah tahu dalil shahih doa berbuka puasa.. Nah, yuk amalkan yang shahih.. Hanya Allah yang memberi taufik..
06.05.2019 12:27:17
Advertisement
#Repost from @LIANA YUSNA by @swiftsave_app
•••
🌟Memang benar ada hadits yang di
#Repost from @LIANA YUSNA by @swiftsave_app ••• 🌟Memang benar ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Ibnul 'Abbās radhiallahu anhu _“Kita diperintahkan untuk sujud di atas 7 bagian tubuh kita yang paling utama yaitu 7 buah tulang...”_ (Diriwayatkan oleh al-Bukhārī no. 816 dengan kata ganti ‘kita’, Muslim no. 490 dengan kata ganti ‘saya’). Kemudian lanjutan dari hadits di atas adalah berikut ini, _“Dan kita dilarang untuk menggulung baju dan rambut kita.”_ Artinya, terkadang orang menahan baju atau rambutnya ketika dalam kondisi shalat, dan ini ❌tidak diperbolehkan.❌ Adapun mengikat rambut ketika shalat, banyak hadits dari Nabi ﷺ yang menunjukkan larangannya. 💠 Salah satunya adalah riwayat dari Ibnul 'Abbās -radhiallahu anhu. Bahwasanya Ibnul 'Abbās suatu ketika pernah melihat 'Abdullāh bin al-Hārits shalat, dia 🌟mengikat rambutnya dibelakang🌟 Maka Abdullah Ibnul 'Abbās langsung melepaskan ikatan rambut orang tersebut. Abdullah bin al-Hārits tetap bergeming dan membiarkan Ibnul 'Abbās melepaskan ikatannya. Ketika Abdullah bin Al Hārits selesai shalat, dia bertanya, “Apa yang kau lakukan dengan rambutku?” Abdullah Ibnul 'Abbas menjawab, aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, _“Orang yang mengikat rambutnya ketika shalat adalah bagaikan orang yang shalat, tapi kedua tangannya diikat.”_ (HR. Muslim no. 492) Hadits-hadits yang semisal juga banyak. Ada sebagian ulama yang mengatakan _dha'if,_ dan sebagian yang lain mengatakannya _hasan,_ dikatakan bahwa ikatan rambut itu adalah tempatnya syaithan, jadi syaithan senang orang yang mengikat rambutnya. 🚫Namun ini tidak berlaku untuk wanita,🚫 tapi berlaku untuk laki-laki. Ini yang dijelaskan oleh _Ahlul hadits._ ▶Di antara _Ahlul hadits_ yang mengatakan demikian adalah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani _rahimahullah. bahwa yang zahir (nampak dari hadits ini), 🔴larangan mengikat rambut hanya untuk laki-laki, tidak untuk wanita.🔴 Orang yang shalat, khususnya 🌟laki-laki yang berambut panjang,🌟hendaknya 🌟tidak mengikat rambutnya.🌟. Dia biarkan tergerai meskipun menutupi jidatnya. Dijawab oleh Ust Abu Salma Muhammad Sumber grup WA AWWI Via Amie Ummu Bara . #fiqihwanita_
27.04.2019 10:22:52
#Repost dari @fikihmuslimah_ oleh @swiftsave_app
•••
.
Jawab:
.
Wa'alaikumussala
#Repost dari @fikihmuslimah_ oleh @swiftsave_app ••• . Jawab: . Wa'alaikumussalam . Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du, . Iya sholatnya tetap Sah, karena itu hanya penyakit was-was yang merupakan gangguan setan. Kalau kita taati, berarti kita telah terperangkap dalam jerat setan, dan ia akan terus mengganggu kita . Namun jika dari awal sudah tidak kita pedulikan, maka gangguan tersebut tidak akan datang lagi, dengan izin Allah. Rasulullah ﷺ bersabda: . Jika salah seorang dari kalian merasakan sesuatu diperutnya, lalu ia ragu apakah telah keluar (angin/kentut) atau tidak, janganlah sekali-kali ia keluar dari masjid, hingga ia mendengar suara atau mencium bau.(Hr. Muslim, IV:274, no. 803; dari Abu Hurairah.) . Dalam redaksi lain, beliau mengingatkan: . Jika salah seorang dari kalian sedang shalat lalu merasakan gerakan di duburnya, hingga ia merasa ragu apakah telah batal atau tidak, janganlah ia membatalkan shalatnya hingga mendengar suara atau mencium bau.(Hr. Abu Daud; dari Abu Hurairah; dinyatakan sahih oleh Syekh Al-Albani) . Sesuatu yang hanya berdasarkan pada perasaan atau keraguan tidak dapat dijadikan pedoman untuk memutuskan bahwa wudhu atau shalat kita itu batal. Namun, harus ada rasa yakin . Wallahu a'lam . Sumber | Konsultasisyariah . 🔁akh_walid . #akhirat#dosa#maksiat#muslimah#muslim#ingatmati#dakwah#dakwahtauhid#dakwahsunnah#islam#islami#tauhid#sunnah#hijrah#beranihijrah#pemudahijrah#fiqihmuslimah#fiqihwanita_
27.04.2019 03:57:00
16.04.2019 07:04:05
#Repost from @THESUNNAH_PATH (REAL) by @swiftsave_app
•••
.
.
.
•••
HUKUM WANITA
#Repost from @THESUNNAH_PATH (REAL) by @swiftsave_app ••• . . . ••• HUKUM WANITA MEMAKAI CELANA PANJANG . . Allah membedakan antara lelaki dan wanita. Allah menegaskan, . وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى . “Lelaki itu tidak seperti wanita.” (QS. Ali Imran: 36) Apa yang dinyatakan oleh Allah, itu yang sesuai keadilan dan sejalan dengan kodrat manusia. Karena itu, menyamakan antara lelaki dan wanita adalah kedzaliman dan menyimpang dari fitrah. Diantara perbedaan itu adalah perbedaan dalam berpakaian. Pakaian lelaki berbeda dengan pakaian wanita. Bahkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat lelaki yang memakai pakaian wanita dan sebaliknya. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu mengatakan “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita yang berpakaian laki-laki.” (HR. Ahmad 8309 dan dishahihkan Syuaib al-Arnauth). . . Disamping itu, pakaian wanita sama sekali tidak boleh menampakkan lekuk tubuh. Tak terkecuali bagian kaki. Sehingga harus ditutupi dengan rok atau semacamnya. Sahabat Usamah bin Zaid Radhiyallahu ‘anhuma bercerita“Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah memberiku baju Quthbiyyah yang tebal. Baju tersebut dulu dihadiahkan oleh Dihyah Al Kalbi kepada beliau. Lalu aku berikan baju itu kepada istriku. Suatu ketika Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menanyakanku, ‘Kenapa baju Quthbiyyah-nya tidak engkau pakai?’. Kujawab, ‘Baju tersebut aku berikan kepada istriku, wahai Rasulullah’. Beliau berkata, ‘Suruh dia memakai baju rangkap di dalamnya karena aku khawatir Quthbiyyah itu menggambarkan lekuk tubuhnya’.” (HR. Ahmad 21786 dinyatakan Syuaib al-Arnauth – bisa dinilai hasan). . Qubthiyah istilah untuk menyebut produk asal qibthi, penduduk mesir. . Dalam hadis di atas, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak membiarkan Usamah bin Zaid ketika dia memberikan kain itu ke istrinya. Karena beliau memahami, kain itu jika dipakai wanita, bisa menampakkan lekuk tubuhnya. . Berdasarkan keterangan di atas, para ulama melarang wanita memakai celana tanpa ditutupi kain. . 🌐konsultasisyariah 🎬 @madura.mengajii
15.04.2019 04:52:31
Next
loading